Ice Princess, her stepsister, and namja part V [END]

barbie girl

 

 

Cast : Jessica Jung, Lee Donghae

 

Author POV

 

Mobil dengan kecepatan tinggi menabrak Taecyeon yang sedang memungut ponsel Sooyeon. Sooyeon berlari ke arah Taecyeon, ia memandang Taecyeon penuh kekhawatiran. Ia merasa sangat bersalah.

“Sudah ku katakan padamu Noona.”

Suaranya serak dan agak tidak jelas. Sooyeon meneteskan air matanya, ia menangis. Taecyeon tersenyum kepada Sooyeon, perlahan tangannya ia angkat dan ia mengelus kepala Sooyeon penuh cinta. Sooyeon tersedu sedu.

*********************

Mata Sooyeon terpejam dan berdoa agar dongsaeng yang ia sayang bisa sembuh. Di depan ruang UGD itulah dimana Sooyeon sekarang. Ia sedang tidak bisa berpikir jernih. Ia hanya berdoa dan berdoa. Seseorang keluar dari ruangan UGD.

“Nona, ia ingin bicara denganmu.”

Sooyeon bertanya tanya. Apakah mereka tidak melakukan operasi kepada Taecyeon sehingga Taecyeon bisa mengatakan ia ingin berbicara dengan Sooyeon ? Di kepala Sooyeon berisi berbagai pertanyaan. Perlahan Sooyeon memasuki ruang berbau khas rumah sakit itu, ia melihat Taecyeon yang sudah tidak berdarah lagi seperti tadi karena telah dibersihkan.

“Noona, aku mencintaimu.”

“Bila Donghae hyung menyakitimu aku akan selalu menghiburmu tapi bukan di dekatmu.”

tapi dihatimu.”

Taecyeon menunjuk letak hati Sooyeon. Sooyeon menatap Taecyeon bingung. Taecyeon tersenyum, mata Taecyeon menunjukkan ia sudah tidak kuat lagi berada di dunia.

“Aku akan menjagamu. Aku mencintaimu.”

“Aniyo. Ini salahku, aku yang akan menjagamu. Jadi tetaplah bersamaku.”

Tapi Taecyeon hanya tersenyum dan matanya perlahan menutup. Sooyeon memegang tangan Taecyeon erat.

“Ireona. Ireona Taecyeon. Jangan berbohong padaku.”

*******

Sooyeon keluar dari ruangan itu dengan perasaan hampa, ia merasa sangat bersalah atas kepergian Taecyeon yang tiba tiba itu. Ia duduk di lantai rumah sakit yang dingin, ia bersandar pada dinding rumah sakit. Ia telah berhasil melenyapkan satu orang yang mencintainya di dunia ini gara gara dirinya. Sooyeon memukul kepalanya sendiri.

Ia beranjak dari tempatnya dan berjalan pulang ke rumah. Berjalan. Tidak naik taxi atau kendaraan umum lainnya.

“Soo..yeon..”

“Mengapa aku tidak melihat taxi ? Kau seharusnya pulang naik taxi.”

Donghae dengan wajahnya yang khawatir memandang Sooyeon yang baru saja masuk ke dalam rumah. Yeoja berwajah kesal dan semuanya tercampuk aduk ke dalam wajah-nya yang dingin, bekas air mata masih terlihat jelas di kedua pipinya. Ia memandang namja itu dengan tatapan mematikan.

“Kau menangis ?”

Hati Sooyeon terasa jatuh begitu saja, namja itu hanya bisa bertanya seperti itu setelah meninggalkannya. Ia merasa sakit hati dengan tingkah Donghae. Ia berbalik menatap namja yang menatapnya tanpa dosa itu, air matanya mengalir begitu saja ketika menatap kedua mata namja tampan itu. Otomatis namja itu mendekat dan mengeluarkan sapu tangannya untuk orang yang dicintainya itu. Tapi sang pemilik air mata menepis tangan namja itu.

“Kau tahu Lee Donghae ? Taecyeon meninggal.”

Donghae membelalak seketika mendengar kata kata yeoja yang berlari masuk ke dalam kamarnya itu. Ia menatap Jinri yang sedang tersenyum dan melambaikan tangan padanya. Sebelum ia menghampiri Jinri, ia memutuskan untuk mengatakan berita duka itu kepada Tuan Choi.

Sooyeon POV

Aku membuka flip ponselku yang tadi sempat terbuang dan membaca pesan yang sering tidak ku-baca gara gara terlalu banyak dan isinya tidak penting dari Taecyeon. Tapi kali ini aku ingin membacanya apakah ia mengatakan sesuatu sebelum pergi untuk selamanya ? Aku merasa aku bukan noona yang baik untuknya.

Taecyeon

 

Noona..

Berhati hatilah dengan Donghae hyung

Tch. Penyesalan memang datang di akhir. Kesabarannya menghadapiku memang hebat. Ia tetap disisiku meskipun betapa marahnya aku padanya. Sedangkan Lee Donghae, ia hanya bisa disisiku disaat aku senang saja. Ia lebih sering bersama Jinri itu.

“Sooyeon. Bisakah kau keluar aku ingin bicara.”

Donghae lagi. Dia memang menghantui hidupku. Memangnya apa yang akan ia bicarakan lagi denganku ? Memangnya aku masih penting di dalam hidupnya itu. Aku beranjak dari tempat tidurku dan meletakkan buku bahasa inggris yang tadi sempat-ku baca sebentar tapi pikiranku malah terganggu dengan hari ini yang cukup menyebalkan. Aku membuka pintu kamarku dan memandang namja yang sedang menunduk itu dengan tatapan tajam.

“Sooyeon, kau pulang dengan apa ?”

Aku menatap mata hitamnya itu dengan tatapan memangnya-kau-masih-peduli. Namja ini memang tidak bisa dipercaya. Sudah kedua kalinya. Ia pergi begitu saja dengan santainya. Dan yang pasti sebentar lagi ia akan meminta maaf padaku karena ia telah meninggalkanku sendirian.

“Aku minta maaf karena hari ini benar benar menyebalkan, dan aku tahu kau pulang dengan berjalan kaki.”

Aku memegang pintu coklat itu dan menghempaskan begitu saja pintu tradisional korea itu. Meninggalkan namja itu didepan pintu begitu saja. Daripada aku terus mendengarnya berbicara tentang hal tidak penting.

__________________________________________

“Aku mendapatkan beasiswa ke Amerika, aku akan melanjutkan kuliah disana.”

Aku telah memutuskan untuk menggunakan beasiswa itu. Beasiswa yang telah lama saem tawarkan padaku. Tadi pagi aku mengambilnya. Appa menatapku dengan tatapannya yang bijaksana, hanya satu orang yang bisa ku percaya hanya appa. Meskipun ia bukan appa kandungku. Ia mengangguk pelan dan tersenyum penuh arti.

“Kapan kau akan berangkat ?”

“Besok pagi. Aku akan menyiapakan barang barang untuk dibawa besok.”

Aku keluar dari ruangan kerja-nya. Aku akan meninggalkan negara ini. Meninggalkan appa, Lee Donghae dan Choi Jinri. Aku memandangi kamarku yang akan segera ku tinggalkan. Begitu banyak kenangan yang menyedihkan hingga menyenangkan. Aku pasti akan merindukan senyuman appa. Suatu hari nanti ketika aku telah mencapai mimpiku, aku akan kembali untuk appa.

“Aku mendengarnya…”

Suara berat Donghae terdengar begitu sedih atau itu semua hanya perasaanku saja. Tiba tiba ia berjalan mendekati-ku dengan tatapan penuh arti yang tidak bisa aku arti-kan. Aku memandangnya dengan tatapan datar. Lalu mengapa kalau ia mendengarnya ? Ini semua bukan urusanku. Tiba tiba tangannya meraih raga-ku dan memelukku erat.

“Kau akan ke Amerika ? Tanpa memberitahuku ?”

“Apakah penting ?”

Suaraku terasa agak bergetar menjawab pertanyaannya dengan sebuah pertanyaan yang cukup menusuk. Tapi bukankah benar apakah kepergianku penting ? Untuk apa memberitahukannya. Aku berjalan pelan menjauhi sosok donghae yang memandangku dengan tatapan sayu. Sebenarnya…aku ingin berlari ke pelukannya, merasakan hangatnya pelukannya, merasakan detak jantungnya. Apakah detak jantungnya terasa lebih cepat ketika ia memelukku atau tidak ? Sungguh, suatu hari nanti aku ingin diberikan kesempatan untuk merasakan itu semua. Tapi bukan saat ini.

“Mungkin di matamu sosok Lee Donghae tidak pernah sempurna.”

“Mungkin di matamu sosok Lee Donghae hanya seorang laki laki yang tidak pernah memperhatikan sekitarnya.”

“Kau harus tahu aku memang tidak pernah sempurna. Tapi aku selalu memperhatikan dari caramu berjalan, caramu makan, caramu menatap seseorang atau bahkan caramu menyembunyikan air mata, caramu memalingkan wajahmu ketika aku tersenyum padamu.”

“Kau harus tahu mengapa aku terlihat begitu buruk didepanmu. Aku hanya terlihat begitu buruk didepanmu. Aku hanya terlihat begitu bodoh bila didepanmu. Dan itu hanya didepanmu aku-pun tak tahu mengapa itu semuanya bisa terjadi.”

Aku terdiam. Membeku. Mendengarkan segala kata kata yang keluar dari mulut seorang Lee Donghae. Suara helaan nafas Donghae terdengar begitu berat. Kali ini, aku benar benar berharap lebih.

“Aku tahu aku bodoh. Silahkan kau menilai apapun diriku. Tapi ingat satu hal seberapa jeleknya diriku di matamu. Aku tetap mencintaimu.”

Tiba tiba bulir bulir air mata perlahan turun dari mata-ku. Mengapa aku menangis ? Apakah aku sedih akan meninggalkan sosok Lee Donghae ? Sosok yang selalu menghiasi hari-ku dengan segala kebodohannya. Kedua lengan Lee Donghae meraih bahuku. Dengan cepat ia menarikku kedalam pelukannya.

“Mianhae…..”

Setelah agak lama ia memelukku aku mulai mengucapkan kata. Entahlah hanya permintaan maaf yang dapat keluar dari mulutku.

Jebal joheun yeoja manna…”

 

Suaraku yang terdengar serak ketika mengatakan kata kata yang berarti kumohon..bertemulah dengan yeoja yang lebih baik dariku. Aku sadar. Aku tidak pernah pantas untuknya. Lebih baik aku tidak berharap terlalu banyak. Aku akan melepaskannya untuk seseorang yang lebih baik.

“Aku berharap kau bisa bahagia dengan seseorang yang benar benar baik.”

Kali ini aku benar benar melepaskan pelukannya dan berjalan menuju kamar dengan segenap tenaga yang kupunya. Aku sudah cukup menangis untuk hari ini.

***

Akhirnya aku telah lulus dari universitas cukup terkenal di Amerika, sungguh kebanggan tersendiri bagiku. Aku akan melanjutkan bekerja di Korea saja. Mungkin lebih baik bekerja bersama bangsa bangsa sendiri selain meningkatkan penghasilan rata rata negara juga membuatku dekat dengan appa lagi. Aku sungguh merindukan sosok appa yang begitu bijaksana. Bagaimana keadaan dirumah setelah 6 tahun ini ?

Bagaimana keadaan Lee Donghae…apakah ia menemukan seseorang yang lebih baik dariku ? aku benar benar menghindarinya selama di Amerika. E-mail darinya satu-pun tidak ada yang ku balas. Sekedar mengatakan halo saja tidak. Aku ingin ia benar benar melupakanku, meskipun aku sama sekali tidak bisa mengenyahkan sosok bermarga lee itu dari pikiranku. Aku masih mengingat pelukan hangatnya….aroma tubuhnya…dan detak jantungnya adalah hal yang paling susah untuk dilupakan. Jantungnya berdetak sangat cepat. Aku merindukannya….apakah ia merindukanku ?

“Jes..sica ?”

Aku segera menoleh mendengar seseorang memanggil namaku. Seperti sebuah keajaiban sosok Lee Donghae sedang ada dihadapanku menatapku dengan wajahnya yang berseri seri. Jadi appa menyuruh Donghae untuk menjemputku. Aku hanya tersenyum kaku menatapnya yang tidak berubah sedikitpun.

“Kau tahu Jung Sooyeon…”

Here they are Lee Donghae has start again…sekarang aku akan mendengarkannya..

“Sejak hari kau meninggalkanku dan mengatakan padaku untuk bertemu dengan yeoja yang lebih baik.”

“Meskipun begitu banyak yeoja di negara ini. Entah mengapa tidak ada yang sepertimu.”

“Tidak ada yang bisa membuatku terlihat bodoh, tidak ada yang bisa membuat jantung-ku ini berdetak lebih cepat.”

“Tidak ada yang bisa membuatku memikirkannya sepanjang hari”

“I love you and always be.”

Sepagi ini, masih jelas terasa jetlag dan aku mendapatkan sebuah pernyataan cinta sepagi ini. Aissh jinjja Lee Donghae apakah ia tidak bisa menungguku sampai dirumah dan tidur baru menyatakan cinta. Dan dengan bodohnya ini masih di bandara. Otomatis banyak mata yang memandang kami entah dengan tatapan apa. Sulit kuartikan.

“Baboya.”

Ia menatapku penuh dengan pertanyaan. Biarkan saja. Ia memang terlihat sangat bodoh saat di depanku dan aku baru saja menyadarinya tch Jung Sooyeon sebenarnya yang bodoh siapa. Aku segera menarik tangannya keluar dari Bandara dan menuju mobil.

“Bagaimana jung sooyeon ? Apakah harus kuulangi lagi ?”

“Aniya..tidak usah.”

“Saranghaeyo Jung Sooyeon. Kali ini aku tidak akan membiarkan yeoja manapun mengganggu dirimu.”

“Eung…Nado saranghae Lee Donghae.”

Aku memalingkan wajahku menatap kaca mobil dengan senyuman samar. Aku bahagia dan aku benar benar tidak percaya ia masih menungguku selama itu. Aku melirik ekspresi Donghae melalu spion mobil. Wajahnya tampak sangat berseri seri. I wont let him go. Forever. I love you.

The End

 

***

YEAAH THANK YOUU :3 It’s finally finish:”) please wait for my next fanfiction:3 thanks readeeer~

Advertisements

Posted on November 30, 2012, in Uncategorized. Bookmark the permalink. 1 Comment.

  1. .keren…daebbak FF’ny… 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: