Blog Archives

Ice Princess, her stepsister, and namja part IV

barbie girl

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Cast   : Jessica Jung, Lee Donghae, Choi Sulli, Ok Taecyeon.

“Sooyeon Noona, Gwaenchanayo ?”

Kedua mata Sooyeon berusaha terbuka agar ia bisa melihat pemilik suara itu. Taecyeon sedang menatapnya penuh kekhawatiran, Sooyeon mendesah. Di dalam hatinya ia ingin sekali orang yang ada di depannya ini adalah Lee Donghae bukan Taecyeon. Sooyeon hanya mengangguk tak peduli, ia mengalihkan pandangannya kepada sebuah jendela tepat di samping kamar tidurnya. Ia menangkap sosok Donghae dan Jinri yang sedang berjalan melewati jendela kamar itu. Mereka bergandengan tangan, erat sekali. Tiba tiba Jinri memandang Sooyeon dari balik jendela dan tersenyum licik. Senyuman itu seolah menandakan ‘Donghae resmi milikku’.

Sooyeon POV

Tch. Aku berdecak pelan, pasti anak kecil itu sengaja lewat di depan jendela kamarku. Dasar menyebalkan. Aku mengalihkan pandanganku dari jendela dan melihat Taecyeon sedang meramu obat untukku. Aku bangun dari tempat tidurku dan berjalan ke meja belajarku. Pelajaran bahasa inggris yang menurutku sangat mudah, karena aku sudah tinggal di Amerika sebelumnya. Aku membaca setiap soal dengan teliti, soal yang kedua aku melihat sebuah surat dengan bahasa inggris. Aku merasa aku mengingat sesuatu yang berhubungan dengan surat. Mataku membulat, surat ? Surat yang dikatakan Donghae kemarin, kira kira surat apa ? Surat cinta ? Sooyeon-ya apa yang ada dipikiranmu ? Surat cinta ? Mana mungkin hal seperti itu terjadi, memikirkannya saja membuat pipiku memerah.

“Noona sebaiknya kau minum vitamin ini. Agar kau tidak kecapaian untuk belajar.”

Taecyeon sudah berada di sebelahku memberikan ramuannya tadi. Aku segera meminumnya daripada aku pingsan lagi seperti kemarin, jadi apa nanti nilai ujianku ?
Tok tok…

Seseorang mengetuk pintu kamarku. Aku beranjak dari tempat dudukku dan membuka pintu, sesosok makhluk tampan muncul di hadapanku. Sialan, mengapa aku jadi meracau seperti ini ? Sejak kapan aku memuji Donghae tampan. Semoga wajahku tidak memerah, ini memalukan. Donghae tersenyum melihatku, DEG DEG DEG jantungku bergetar lebih cepat. Perasaan apa ini ? Aku merasa hanya dengan senyumannya saja membuatku teraliri aliran listrik, dan rasa ini membuatku bahagia. Dan membuatku seperti bukan aku yang biasanya.

“Sooyeon-ah, maafkan aku. Kemarin aku harus membuatmu istirahat, agar kau tidak mudah sakit.”

Ia menggaruk rambutnya dengan canggung. Aku tersenyum dalam hati, ia sangat memperhatikanku. Bukankah seharusnya ia lebih memperhatikan kekasihnya Choi Jinri ?
Aku memasang ekspresi dingin seperti biasa.

“Kau seharusnya bersama Jinri, aku tidak suka anak kecil itu meracau hanya karena kau datang kesini.”

Aku mendesah pelan, mengingat Donghae adalah kekasih Jinri. Donghae terlihat santai, ia seperti tidak peduli dengan Jinri. Benarkah itu ? Tapi mengapa ia selalu mesra bersama Jinri ? Apa makhluk ini playboy ?

“Kau baik baik saja kan ? Istirahatlah yang cukup.”

Donghae membalik badannya dan melangkah mejauhi kamarku, aku mendesah pelan. Mengapa aku berharap lebih ? Mengapa aku berpikir ia akan membantah kata kataku ? Dasar Jessica babo.

“Kau menyukainya, Noona ?”

Sialan, apa yang dikatakannnya ? Bagaimana ia bisa mengamatiku dari sudut itu ? Aku membalik badanku dan sekarang aku berhadapan dengannya. Aku menatapnya dingin.

Taecyeon POV

Tch. Noona, jangan berbohong kepada perasaanmu sendiri. Aku sedari tadi melihatmu berusaha menembunyikan wajah cantikmu dari tatapan Donghae. Wajahmu memerah setiap Donghae tersenyum padamu. Tch. Sejak kapan kau mencair Noona ? Mengapa bukan aku saja yang mencairkan esmu ? Aku selalu ada disisimu, bukan ?

Sooyeon Noona meninggalkanku terdiam di kamar yang berusaha untuk merasa tidak patah hati. Aku tidak akan menyerah. Aku berjalan keluar kamar, suara tamparan menggema di penghujung ruangan.

“Nappeun saram ! Dia itu KEKASIHKU Jung Sooyeon !”

Aku menghampiri suara Jinri yang cukup ku kenal itu. Dan benar saja Jinri benar benar tidak terima Donghae mendekati Sooyeon Noona, mengapa melampiaskannya kepada Sooyeon Noona ? Bukankah Donghae yang mendekati Sooyeon Noona duluan ? Aku segera memisahkan kedua gadis cantik itu, Sooyeon Noona hanya diam saja.

“Mengapa kau disini ? Pergilah aku harus menyelesaikan urusanku dengan wanita murahan ini.”

Jinri berteriak di depan wajahku. Sialan, kau memang mencintai Donghae tapi bukan begini caranya. Aku tidak akan mencintai seseorang dengan cara yang sama dengan Jinri, meskipun aku tahu ia sama sekali tidak menyukaiku. Aku menggandeng tangan Noona dengan erat, dan menariknya pergi dari hadapan Jinri.

Kau seharusnya tidak sepasrah itu Noona, aku tahu kau sangat kuat. Ia menatapku tajam, tidak ada kata terima kasih seperti biasa. Kebiasaan yang sepertinya tidak dapat kau ubah Noona. Tapi aku tetap senang bisa ada disisimu seperti ini.

“Kau harus membela dirimu Noona.”

Ia hanya menatapku dingin, sambil berdecak. Ia tidak peduli bila ia ditampar adiknya ? Ia tidak peduli dengan rasa sakit di pipinya ? Kau benar benar membingungkan. Babo. Tapi aku mencintaimu. Aku benar benar mencintaimu.

“Kau bodoh ? Sebelum kau datang mengacaukan semuanya, aku ingin menamparnya balik. Mengapa kau merelai ? ”

Aku membelalak, seharusnya aku tahu pasti tidak mungkin ia tidak membalas tamparan Jinri. Haha. Aku benar benar menyukainya ketika ia berbicara panjang seperti itu.

Mwo ? Tidak mungkin Sooyeon melakukan itu kepada Jinri. Itu aneh. Bila Jinri tidak memulainya duluan mana mungkin Sooyeon akan menamparnya sampai berdarah seperti itu ? Tadi Jinri datang kepadaku dengan sudut bibirnya yang berdarah dan menceritakan kalau Sooyeon datang kepadanya dan memarahinya, bahkan menampar Jinri. Err.. Apa aku percaya pada Jinri begitu saja ? Aku harus tahu dari Sooyeon sendiri. Aku berjalan keluar dari ruangan dan mengajak Jinri untuk menemui Sooyeon.

Gadis itu sedang duduk memandang langit. Sendirian. Aku berjalan menghampirinya. Ia menatapku lalu melihat ke arah Jinri. Ia mengalihkan pandangannya dari aku dan Jinri.

“Kau menampar Jinri ?”

Sooyeon membelalak, tapi ia hanya diam. Tidak peduli. Apa kau ingin kehilangan kepercayaanku ? Apa ia benar benar menampar Jinri ? Memang, aku harus percaya kepada Jinri yang lebih lama aku kenal. Tapi ini aneh. Mana mungkin Sooyeon repot repot menampar Jinri ?

“Aku belum menamparnya.”

tiba tiba Sooyeon memandang mematikan kepada Jinri. Sooyeon kembali diam dan menatap lurus. Tiba tiba Taecyeon datang dan membawa buku pelajaran, ia tersenyum dan memberikannya kepada Sooyeon. Sooyeon menekuri buku pelajarannya tanpa memedulikan lagi aku dan Jinri.

“Donghae hyung, ada apa ini ? Dan mengapa Jinri berdarah seperti itu ?”

“Sooyeon menamparnya.”

Mata Taecyeon terbelalak, ia terkejut ? Taecyeon tampak aneh, apa benar Sooyeon menampar Jinri ? Mengapa ekspresi Taecyeon menunjukkan penolakan yang sangat jelas.

“Hyung. Justru Jinri yang menampar Sooyeon Noona.”

Hah ? Jinjjayo ? Apa Jinri berbohong padaku ? Aku memandang Sooyeon bertanya tanya mengapa ia begitu tidak peduli dengan masalah ini. Mungkin menurutnya ini bukan sebuah masalah ?

“Aniyo. Aku di tampar Sooyeon unnie. Oppa, kau percaya padaku kan ?”

Aku menatap kekasihku yang ingin segera ku putuskan saja. Apa aku harus percaya padanya ? Atau gadis dingin itu ? Tiba tiba Sooyeon menutup bukunya dengan keras. Ia menghampiriku dengan tatapan dinginnya, ia begitu dekat. Aigo. Aku mundur sedikit, tapi dengan cepat ia maju lagi lalu menatap mataku dalam. Matanya dalam dan dingin.

“Aku tidak peduli. Terserah kau percaya pada siapa aja. Bukan urusanku.”

“Dan kau Choi Jinri, rantai saja kekasihmu itu agar tidak datang kepadaku.”

Jessica pergi begitu saja setelah mengucapkan beberapa kalimat yang sangat dingin. Dia tidak peduli ? Aku berpikir untuk percaya padanya. Aku tersenyum sendiri. Babo. Aku tahu kau juga menyukaiku kan Sica-ya ? Jangan terlalu dingin. Tapi bukankah aku mempermainkan Jinri ? Entahlah. Kadang cinta harus egois bukan ? Bila cinta tidak egois akan rumit.

“Jinri-ya. Aku tahu kau mencintaiku bukan seperti oppa-mu. Dan maaf aku tidak bisa mencintaimu selain sebagai adikku.”

Aku menatap mata Jinri dalam, matanya berair. Daripada aku terlalu lama membuatnya jatuh ke dalam sandiwaraku untuk membuat Sica cemburu. Ia tersedu sedu, air matanya menetes berkali kali. Di pipi putihnya berkali kali mengalir air matanya, ia menunduk.

“Waeyo oppa ? Sooyeon hanya makhluk dingin dan tidak berarti apa apa.”

Aku menatapnya dalam, dasar anak kecil. Ia memang belum begitu dewasa untuk mencintai seseorang seperti itu. Aku tahu ia berbohong hanya untuk mendapatkan perhatianku, tch.

“Aku tidak tahu mengapa aku mencintainya.”

Author POV

Sooyeon pulang dari sekolahnya dengan perasaan gembira, karena hari ini pengumuman hasil ujian telah dibagi dan ia mendapatkan skor tertinggi se-sekolahnya. Sooyeon putus sekolah lulus dari SMP beberapa tahun sehingga ia menjadi agak tua diantara siswa SMA lainnya. Senang tidak senang wajah Sooyeon selalu datar dan dingin.

“YA ~ Mengapa kau terlihat agak baik daripada biasanya ?”

Suara Donghae memanggil Sooyeon membuyarkan kesenangan Sooyeon. Sooyeon membalikkan badannya dan menghadap Donghae yang sedang tersenyum padanya. Sooyeon menunduk, meskipun ia suka melihat Donghae tersenyum padanya. Tapi bila ia mengangkat wajahnya, ketahuan sekali wajahnya memerah hanya karena senyuman Donghae. Donghae menarik kertas dari tangan Sooyeon yang ia genggam erat. Donghae tersenyum membaca isinya, sebuah penghargaan kepada Jung Sooyeon karena mendapat peringkat satu sesekolahnya.

“YA~ Baguslah, pingsanmu waktu itu terbayar dengan ini.”

Donghae mengacak acak rambut Sooyeon, Sooyeon mengangkat wajahnya karena terkejut. Wajahnya memerah. Seseorang memandang mereka dari kejauhan, tersenyum pahit. Sooyeon hanya diam, ia senang dengan perlakuan Donghae kepadanya.

“Kau mau ku traktir di tempat makan favoritmu ?”

Sooyeon mengangguk malu, ia terlalu malu untuk menunjukkan sisi lain selain dingin.

********************************

“Aku penasaran dengan surat itu, apa kau menerimanya ?”

Donghae memandang Sooyeon lekat, Sooyeon yang sibuk dengan makanannya. Sooyeon menatap Donghae datar. Sooyeon menggeleng, lalu ia kembali melanjutkan acara makannya. Donghae memandang arah lain, ia penasaran apakah Jinri tidak pernah memberikan surat itu kepada Sooyeon ?

“Aku menitipkannya pada Jinri.”

Sooyeon menatap Donghae heran, Jinri tidak pernah memberikan surat itu kepadanya. Sooyeon hanya diam. Jinri memang tidak pernah dewasa, batin Sooyeon. Dua orang itu sibuk dengan pikiran masing masing, sampai mereka tidak sadar seseorang terus mengikuti mereka dari awal Jessica bersama Donghae. Jessica perlahan tersadar seseorang sedang memandangnya dari tempat yang jauh. Matanya mencari cari seseorang yang sedang mengawasinya, ia melihat ke jendela restauran. Tidak ada yang tampak mencurigakan baginya. Seseorang berbaju hitam bersembunyi di balik tembok yang cukup besar, ia tahu Jessica menyadari keberadaanya. Ia hanya diam bersembunyi, tidak mau keluar dari persembunyiannya.

“Waeyo ?”

Donghae bertanya karena Sooyeon sedari tadi menoleh ke arah yang berbeda berkali kali. Ia menyadari keanehan yang ditimbulkannya. Sooyeon hanya menggeleng ragu. Ia melanjutkan makannya yang sudah tinggal beberapa suap lagi.

Drrt Drrt Drrt

“Yoboseyo ?”
…….
“Mwo ? HAJIMAYO !”
…….
“Tunggu aku, aku akan kesana.”

Giliran Sooyeon yang memandang aneh Donghae, Donghae berteriak teriak tak jelas. Donghae segera keluar dari restauran tanpa mengatakan apa apa, wajahnya tampak penuh kekhawatiran. Sooyeon hanya diam, dan tersenyum pahit.

Sooyeon POV

Perlahan air mata membasahi pipiku, aku menutupi wajahku dengan tangan. Padahal aku sudah mulai mempercayaimu Donghae. Apa kau tidak mencintaiku ? Setidaknya katakan apa yang terjadi. Bukan seperti ini caranya hanya meninggalkanku begitu saja. Ini sudah cukup menyakitkan. Seolah kau baru saja membuatku terbang jauh dan membuatku jatuh bergitu saja ke tanah.

Aku berdiri dan pergi meninggalkan restauran ini daripada aku hanya duduk dan menangis. Aku memandang sekitarku, lagi lagi aku merasa ada yang mengawasiku. Tiba tiba seseorang berbaju hitam berjalan di sebelahku, aku mempercepat langkah tapi tetap saja ia sejajar denganku. Sialan, siapa orang ini.

“Stop following me.”

Aku berteriak dan segera berlari menjauhi orang bodoh itu. Aku sedang tidak ingin bertemu siapa siapa. Tiba tiba sesuatu terlintas dalam pikiranku. Apakah tadi Jinri yang menelepon ? Mengapa Donghae begitu panik ? Padahal Jinri adalah orang ia putuskan beberapa hari lalu. Itu berarti ia tidak menyukai Jinri, kan ?

“Uljimayo.”

Aku berjalan di atas garis hitam putih untuk menyeberang ke sisi lain, tiba tiba aku melihat seseorang dengan baju hitam tadi melepaskan penyamarannya. Tch. Taecyeon menatapku khawatir, apa selama ini ia selalu mengikutiku ? Ia bodoh sekali. Aku sudah menghapus air mataku. Aku berjalan menjauhinya.

“Jangan pernah memandangku sebagai seorang dongsaeng atau anak kecil. Karena aku mencintaimu.”

MWO ?! WHAT THE HELL ?! Otaknya sedang berjalan tidak baik. Aku berbalik dan memelototinya, dasar manusia bodoh. Tapi matanya menunjukkan keseriusan yang mendalam. Aku hanya diam menatapnya, bagaimana bisa ia mencintaiku ? Aku segera menarik tangannya agar pergi dari tengah jalan. Ini tengah jalan, dan ia dengan asyiknya menyatakan cintanya padaku. Aku menarik tangannya tapi tiba tiba ia memegang tanganku erat. Aku melepaskan tangannya dengan paksa ketika selesai menyebrang. Tapi ia tidak mau melepaskan tangannya.

“Mwoya ! Lepaskan aku. Apa kau mau aku berteriak ?”

Aku berteriak sehingga membuat orang orang lain menoleh dan memandang kami curiga. Tapi ia tetap bersikukuh tidak melepaskan tangannya.

“Biarkan seperti ini, Noona. Aku merasa sesuatu akan terjadi padaku.”

Aku menatapnya heran. Err… Sesuatu akan terjadi ? Tapi itu bukan urusanku kan ? Untuk apa aku menurutinya. Aku tetap berusaha melepaskan tangannya, sayangnya tangannya sangat kekar. Sial. Aku menyerah. Ia menggandengku sampai tiba di halte. Aku duduk menunggu bus, ia telah melepaskan gandengan tangannya yang membuatku cukup lega. Ia diam saja sambil melihat jalanan di depannya.

DJ put it back on

Suara ringtone pesan membuatku terkejut, aku melihat ponselku. Satu pesan masuk dari Donghae ? Beraninya ia. Hanya meninggalkanku lalu mengirim pesan dengan santainya ? Aku benci sekali padanya. Tapi apa salahnya membuka pesan darinya.

Sooyeon-ah. Mianhae aku meninggalkanmu.
Jinri akan bunuh diri. Jadi aku harus kesana.
Tapi untunglah aku berhasil membujuknya, apa kau mau aku jemput sekarang ? Atau kau ingin pulang sendiri. Sebenarnya aku masih bersama Jinri. Kau lebih dewasa, jadi kau pasti mengerti. Pulanglah sendiri.

Mwo ? Pulanglah sendiri. Air mata menetes lagi di pipiku, aku kesal padamu Lee Donghae. Mengajakku pergi dengan senyumanmu yang maut itu, lalu meninggalkanku tanpa apa apa. Dasar bodoh. Aku tidak akan percaya padamu lagi. Air mataku semakin deras. Apa aku cemburu ? Tentu saja aku cemburu lebih dari cemburu. Seenaknya saja datang dan pergi. Siapa menyuruhmu kembali lagi Donghae ? Dengan kesal aku melempar ponselku ke jalanan. Tiba tiba Taecyeon berjalan pelan mengambil ponselku itu di tengah jalan, aku hanya menatapnya datar.

Tiiin Tiiiin

BRUUUK, tubuh kekar Taecyeon terhempas di jalanan dengan keras. Mobil menabraknya. Mataku tak bisa berhenti hanya menatapnya. Segera saja aku berlari ke arah Taecyeon yang sudah tidak berdaya.

To Be Continued

Woaah it’s been a long timee. This story will end sooon :”) sorry it’s too late:3 check fanfiction page for the previoous part~

Forever Girls Generation

Forever Girls’ Generation

Genre:  Friendship

Cast    :  All SNSD member

Author Note : YEAH NEW FF ~

I’m big fans of SNSD but i wanna make this fanfic just for entertain reader, i don’t have any intention. I’m never wanna my favorite group disbanded. Just for fanfic ~ Sambil dengerin lagunya SNSD yang forever ya ~

Taeyeon tersenyum memandang semua member SNSD di depannya yang telah banyak berubah. Mereka lebih dewasa, dan berbicara seperti orang yang benar benar dewasa. Taeyeon masih menyanyi tetapi di bawah naungan JYPE, tapi itu sudah sangat jarang. Mungkin faktor dirinya yang semakin tua, dan tidak lagi melakukan tingkah tingkah yang lucu di variety show. Sekarang ini, ia hanya berbicara sebagai seorang sunbaenim yang diam dan percaya diri di variety variety show. Selain itu, ia berencana akan membuka perusahaan hiburan baru dan uangnya telah ia tabung sejak lama.

Jessica merasakan perubahan besar sahabat sahabatnya, bila dulu ketika semua member berkumpul timbul kericuhan yang sulit dibendung. Sementara ini, ia sering mengajar bahasa inggris sebagai kerja sambilan saja. Karena suaminya termasuk orang yang cukup sukses, sehingga Jessica hanya menjadi pengajar freelance.

Sunny menjadi seorang penulis freelance juga, ia menjadi tidak terlalu terikat dengan karyanya. Pamannya Lee Sooman memberikan sebagian sahamnya untuk suami Sunny, jadi mereka masih memiliki sebagian saham SME. Ia menjadi sangat dewasa.

Tiffany baru datang dari Amerika karena e-mail Taeyeon, Taeyeon mengatakan akan mengatakan sesuatu. Sekarang ini, Tiffany dan saudaranya menjalankan bisnis toko online yang menjual segala sesuatu yang mereka desain sendiri. Toko online-nya cukup sukses.

Hyoyeon masih tersenyum jahil seperti dulu, tapi wajahnya lebih cerah. Ia masih seorang dancer, atau dia adalah guru dance freelance di SM. Hanya bila sempat saja ia datang, meskipun ia tidak bisa dipanggil guru dance, ia adalah asisten guru dance yang berasal dari Amerika. Bila guru itu tidak datang, ia menggantikannya. Ia senang dengan pekerjaannya ia bisa agak santai.

Yuri masih suka kkab dance, karena menurutnya kkab adalah sesuatu yang keren. Ia menjadi MC di acara music ternama di Korea. Ia tidak ingin melakukan pekerjaan yang lebih berat lainnya. Ia suka menjadi seorang MC.

Sooyoung kini menjadi seorang stylist untuk artis artis yang memintanya memilihkan baju. Ia seorang stylist terkenal. Ia merasa bisa agak santai dengan pekerjaannya sebagai stylist. Hobinya bisa tersalurkan dengan baik.

Yoona adalah seorang aktris, sampai kapanpun ia adalah aktris. Dramanya sangat banyak, apalagi filmnya. Ia memperoleh banyak penghargaan.  Tetapi ia diam diam telah berhasil mendapatkan saham SM, meskipun hanya sedikit. Ia berpikir untuk tidak selamanya menjadi aktris, ia bisa menabung untuk nanti.

Seohyun adalah seorang penulis juga berbeda dengan Sunny yang karyanya adalah fiksi. Buku Seohyun bergenre self improvement, genre yang menurut Seohyun sangat bagus. Buku buku bergenre seperti itu adalah buku yang membuat seseorang berubah menjadi lebih baik.

Tapi semua dari mereka sedang memutar pikirannya ketika mereka terakhir kali di stage bersama atau bersembilan dengan pink ocean.

*******

“Hari ini adalah hari terakhir kalian berada di panggung bersama sama atau bersembilan, kontrak kalian telah habis.”

CEO SME itu menjelaskan hari terakhir SNSD berada di panggung, SNSD telah menyelesaikan International Concert-nya di kota kota besar di seluruh penjuru dunia. Hari ini mereka mengakhiri konser mereka di Seoul, Korea Selatan negara dimana nama mereka di besarkan. Mereka menatap member member lain yang tampak bingung harus melakukan apa bila semuanya sudah berakhir, tapi yang membuat mereka senang adalah mereka berpisah secara baik baik tanpa ada pertikaian antar member atau masalah kontrak. Hari ini adalah hari terakhir mereka menikmati teriakan fans memanggil SNSD, terakhir kali mereka melihat lautan pink yang seringkali membuat mereka terharu, terakhir kali melihat senyuman SONE yang benar benar menantikan SNSD yang sangat bersinar.

“Ok. This is our concert, ehm our last concert. Konser terakhir kita sebagai sembilan orang. Nine angels, atau grup berkaki panjang, atau apalah sebutan mereka untuk kita. Kita akan selalu bersinar meskipun kita tidak selalu bersama.”

Tiffany menghembuskan nafasnya yang sesak, ia hanya menahan tangisnya agar tangis member lain tidak pecah. Bila mereka menangis sekarang, mereka tidak akan bisa berkonsentrasi untuk konser terakhir mereka. Akhir akhir ini Tiffany lebih banyak tersenyum bila bersama anggota SNSD lain. Ia tidak mau saat saat terakhir mereka bersama sama diisi dengan pertikaian. Ia ingin semuanya berjalan dengan baik, make up sudah terbubuh di wajah member SNSD. Mereka benar benar siap untuk sebuah akhir, Tiffany menatap masing masing member yang mendengarkannya dengan baik.

Jessica terlihat menahan air matanya, dengan cara yang aneh yaitu mengalihkan perhatiannya pada pembicaraan ini. Ia berkali kali menatap bayangannya di cermin.

Sedangkan Taeyeon, ia hanya berdoa supaya air matanya tidak jatuh. Sebagai leader ia selalu ingin terlihat lebih kuat.

Hyoyeon sang dancing queen, ia hanya tersenyum lembut mendengarkan kata kata Tiffany. Hari ini tidak ada senyuman jahil seorang Hyoyeon.

Yuri hanya mengigit bibir bawahnya, ia tahu semua yang ia takutkan akan terjadi dimana ada pertemuan suatu hari nanti ada perpisahan.

Seohyun sang maknae yang sudah dewasa, bukan anak kecil lagi yang polos ia sudah mengerti ini saatnya SNSD berpisah.

Akhir akhir ini, Sunny semakin sering mengeluarkan Aegyonya mungkin ia ingin semua member mengingat bagaimana dirinya membuat aegyo yang membuat semua orang sebal.

Yoona, sang aktris kini akan meninggalkan SNSD tapi SME sudah menyiapkan sesuatu yang lain untuknya yaitu Drama terbaru untuk Yoona. Yoona merasa ia akan kehilangan sosok Yuri yang membantunya menggoda Tiffany, atau member member lain yang membantunya ketika naskah drama diberikan, mereka akan membantu Yoona sebagai peran lain dalam naskah tersebut. Sooyoung, sosok yang sangat baik dalam hal berbicara dan menirukan orang lain. Kini ia hanya menunduk, ia pasti merasa aneh bila tanpa kedelapan temannya yang sangat beragam itu.

“Ayo, kita harus naik ke panggung.”

Taeyeon tersenyum ketika memasuki arena stage SNSD, ia benar benar ingin seperti ini selamanya. Pink Ocean. Mereka harus terlihat kuat apapun yang terjadi, mereka harus profesional. Lagu pertama adalah Genie, Genie kali ini adalah remix dengan tambahan Jessica ad-lib yang pertama tama merupakan lagu demo mereka.

Mereka melakukan solo dengan baik. Hyoyeon yang semakin baik dalam bernyanyi membuat fansnya terkagum kagum dengan kemampuannya yang semakin bagus. Yuri menyanyikan lagu pelan yang menunjukkan vokalnya yang serak dan stabil. Sooyoung melakukan solo dengan dance yang agak berat, tapi ia sanggup menyanyikan live. Sunny yang menyanyikan lagu yang pelan juga membuat fans melihat berbagai sisi Sunny yang berbeda, ketika ia ber-aegyo atau menyanyikan lagu beat, atau ketika Sunny menangkap ayam dengan berani, Taeyeon melakukan dance yang agak berat tapi tentu saja ia bisa bernyanyi live, Jessica dan Tiffany melakukan duet yang menunjukkan suara mereka yang kuat dan falset mereka yang sangat baik, Yoona bernyanyi solo dengan lagu yang pelan seolah ia menunjukkan ia adalah penyanyi yang baik dan bukan hanya cantik saja, Seohyun bernyanyi bukan lagi lagu yang agak classic tapi lagu dengan beat yang cepat.  Membuat fans menerka nerka ada apa dengan SNSD yang tiba tiba melakukan peningkatan dengan hebat dan melakukan solo yang berbeda dengan biasanya.

Di akhir konser mereka menyanyikan lagu Forever. Mereka benar benar menjaga emosi mereka hingga ketika part Jessica yaitu Reff kedua, ia menjatuhkan air matanya dan tidak bernyanyi. Ia menundukkan kepalanya, tiba tiba ketika ia menengadahkan kepalanya SONE telah bernyanyi bersama menggantikan Jessica yang menangis. Taeyeon harus benar benar menjaga suaranya ketika ia selesai mencapai High note. Ia memandang member membernya yang sudah meneteskan air mata. SONE berteriak bersama “ULJIMA” (Don’t Cry). Ketika lagu berakhir Taeyeon yang belum menangis mengambil alih keadaan dan berbicara. SNSD diberi waktu untuk berbicara di akhir konser karena ini memang akhir konser mereka, mereka akan diberikan kesempatan berbicara tanpa paksaan untuk membaca naskah.

“Annyeong haseyo, aku KimTaeyeon leader SNSD yang tidak akan berubah dari tahun 2007. Aku ingin mengingatkan kalian ketika awal kami debut. Dashi mannan segye ! Lagu debut kami.”

tiba tiba sebuah video muncul di layar, member SNSD terkejut karena ini bukan keinginan mereka. Mereka hanya menatap video tersebut dengan bingung. Tampak di layar Live performance mereka ketika debut, wajah mereka yang sangat fresh dan muda. Dan muncul lagi foto foto mereka yang saling berpelukan membentuk lingkaran, mereka menangis bersama. Dan muncul foto foto predebut mereka yang palsu, yang menimbulkan kontroversi. Wajah itu sengaja di coret, dan tulisan muncul di layar. Menyakitkan.

Talentless 9 Girls

They have nothing

Plastic Dolls

Stupid Generation

Plastic Generation

 

Hyoyeon menangis ketika membaca itu semua, semua julukan itu adalah mimpi buruk mereka di awal debut. Awalnya mereka tidak dapat diterima, mereka sangat tidak dapat diterima. Apalagi semua orang meragukan suara Hyoyeon. Taeyeon telah berada di sebelah Hyoyeon mengenggam erat tangannya berharap ia bisa mentransfer kekuatannya untuk Hyoyeon.

Video mereka saat Baby baby, Kissing You, Gee, Genie, Oh!, Run Devil Run, Hoot, Mr. Taxi, dsb. muncul bergantian. Mereka merasa we’ve been gone so far dan yang terakhir sebuah video berjudul Forever dengan backsound lagu mereka yang berjudul Forever, ini adalah versi semua member SNSD bukan hanya Jessica. Videonya hampir sama seorang SONE sangat mencintai SNSD, Anti fans muncul dan melempari SNSD dengan sesuatu SONE berdiri di depan SNSD dan melindunginya dari segala sesuatu yang mengarah ke SNSD sampai seluruh tubuhnya terluka tapi sebelum SNSD mengucapkan terima kasih kepadanya, SNSD dipanggil oleh manager mereka untuk segera pergi dari tempat itu. SONE itu tersenyum dan menyuruh SNSD pergi dari tempat itu. Fans SNSD yang ada di stadium itu menangis tanpa tahu apa yang sebenarnya terjadi pada SNSD.

“Annyeong haseyo, aku dan member member lain sangat berterima kasih kepada kalian semua terutama SONE yang telah mendukung kami dari awal sampai akhir. Kami akan selalu mengingat fans yang selalu ada di sisi kami, kami mencintai kalian. Saranghaeyo. Aku tidak berpikir apa apa saat ini …”

Taeyeon berhenti berbicara dan menangis pelan, ia memberi isyarat agar Sooyoung yang melanjutkan pembicaraan yang harus mereka umumkan.

“Annyeong terima kasih untuk kalian semua, jangan pernah lupakan SNSD apapun yang terjadi. Kami menjadi semakin kuat karena kalian, Maaf bila selama ini SNSD membuat kesalahan yang cukup fatal atau kata kata kami yang membuat kalian sedih. Karena hari ini adalah hari terakhir kami sebagai girlgroup 9 sembilan orang atau SNSD.”

Sooyoung berusaha menahan tangisnya ketika di barisan terdepan, fans mereka saling berpegangan tangan ketika mendengar kata terakhir dari mulut Sooyoung. Mereka meneteskan air mata, ini adalah akhir sebuah girlgroup pekerja keras yang selalu mereka dukung dari awal hingga saat ini ketika mereka telah berhasil mengambil hati semua orang. Hyoyeon dengan berusaha tersenyum mengambil alih pembicaraan ini

“Terima kasih atas dukungan kalian selama ini, kalian telah berhasil membuat kami seperti sekarang.”

Taeyeon hanya menunduk, ia berusaha melakukan semuanya. Ia merasa sudah selesai perjuangannya menjadi seorang leader. Ia mendongak dan melihat seisi stadium yang menangis dan hanya berpegangan sesama SONE yang lain tiba tiba, ia mendengar dari barisan belakang mereka memulai bernyanyi Forever tapi reff akhir.

Even if a very long time passes (A long time passes)

Even if you and I become a bit different (A bit different)

I want to dream forever with you like this

The one who became my miracle, the one who dreamed with me, with you.

Seisi stadium kini bernyanyi bersama, mereka seirama, mereka benar benar hebat. Ini adalah akhir yang indah untuk SNSD.

———————

Setelah keluar dari panggung masih dengan menangis, semua member berpelukan membentuk lingkaran dan berbicara.

“Ini adalah akhir dari SNSD, tapi bukan akhir dari hidup kita semua.”

“Aku percaya kalian akan menemukan lagi sesuatu yang baik.”

Taeyeon berusaha tersenyum kepada membernya meskipun suaranya mulai serak karena ia telah benar benar memberikan segalanya untuk konser hari ini. Mereka melepaskan pelukan mereka dan menuruti manager mereka untuk kembali ke dorm dan membenahi koper dan barang barang mereka.

Mereka sibuk dengan pikiran masing masing, mereka telah sangat lama bersama. Mereka tidak pernah merencanakan sesuatu setelah mereka berpisah.

————

Mereka masuk ke dorm dengan mata bengkak. Yoona berjalan ke arah TV, entah mengapa ia butuh TV saat ini. Ia tidak peduli ini adalah hari terakhir mereka bersama sama. Yuri duduk disebelah Yoona yang menonton TV dengan pandangan kosong, ia merasa Yoona agak tertekan karena semuanya tahu hanya Yoona yang masih terus bersama SME sebagai Im Yoona, aktris bukan lagi sebagai SNSD Yoona. Mereka semua telah membawa koper mereka keluar dari kamar masing masing. Lalu mereka duduk di lantai dengan lelah. Yuri berdiri dan mengajak Yoona untuk duduk bersama yang lain di lantai.

“Aku ingin kita berkumpul sejenak.”

Taeyeon menyuarakan sesuatu yang sedari tadi ada di pikirannya, karena ia tidak ingin berpisah begitu saja dari mereka. Mereka duduk melingkar, entah mengapa Sunny ingin saja menaruh lilin di tengah mereka dan dengan cepat ia matikan lampu. Member member lain heran dengan situasi yang gelap ini tapi mereka hanya pasrah.

Cahaya lilin yang kuning tidak memberi mereka cahaya yang cukup.

“Mari kita ingat di awal debut kita. Apakah sesuatu telah berjalan baik ?”

“Cukup baik, bila aku mengangkat tanganku ketika dance ‘annyeong’ di lagu Into the new world. Atau ketika aku tidak mencederai kakiku sendiri ketika promosi Hoot. Aku ingin sekali berada di samping kalian ketika Golden Disk Award, aku ingin menangis bersama kalian bukannya di rumah sakit menangis sendirian.”

Tiffany terisak mengingat ketika ia awal debut, ketika ia banyak dibenci orang entah karena alasan apa. Ia memeluk lututnya, dan terisak terus. Ia telah meninggalkan daddy-nya di Amerika dan tinggal di Korea untuk debut, tapi sepertinya ia akan kembali ke Amerika.

“Aku ingin memperbaiki kesalahan sebagai main vocal yang buruk ketika Taeyeon menyanyi dengan keras, aku hanya lipsync. Dan itu buruk ketika aku mendengarkan Music Removed-nya di Youtube, mereka bilang aku main vocal yang tidak bertanggung jawab. Ketika promosi Hoot aku berusaha memperbaikinya. Dan bila diberi kesempatan aku tidak akan menjadi sleep-aholic. Dan aku bisa saja menambah waktuku bersama kalian, tersenyum bersama, menangis bersama, menasehati Yuri agar tidak terlalu berlatih.”

Ia tersenyum pahit ketika mengatakan semua itu, bila ia tahu ia akan bermain lebih banyak dengan SNSD. Ia akan datang ke radio Taeyeon dan membawakan makanan untuknya atau ia akan ke tempat syuting Yoona dan menyemangatinya atau memberi selamat padanya ketika ia mendapat penghargaan untuk debutnya sebagai aktris di drama debutnya yaitu You Are My Destiny. Andai saja Jessica bisa mengulang saat itu, Yoona memegang bahunya, dan memberi kekuatan Jessica untuk tidak terlalu menyesali segala sesuatunya.

“Aku akan mendengarkan segala sesuatu tentang Taeyeon unnie, aku menyesal tidak mengerti tentang unnie. Aku ingin menjadi dongsaeng yang baik untuk kalian, maafkan aku yang sering memanggil kalian unnie-deul dengan tidak sopan.”

Sooyoung tersenyum menatap unnie-deul nya, ia benar benar merasa bersalah. Ini adalah terakhir kalinya, entah mengapa ia terlalu bingung untuk melanjutkan kemana setelah SNSD bubar.

“Andaikan aku tidak menjadi Aktris, pasti aku akan banyak bersama kalian. Andai aku disisi kalian lebih banyak, aku tidak akan menyesal. Andai aku bukan seorang aktris.”

Yoona benar benar sedih, ia bermimpi menjadi seorang aktris, sekaligus penyanyi dan penari tapi memang terlalu berlebihan untuknya. SM merekrutnya menjadi seorang aktris.

“Aniyo Yoona-ya, kau tahu kau lebih suka berakting. Kami tidak ingin bakatmu sia sia Yoona.”

Taeyeon menjawab pernyataan Yoona, ia tersenyum melihat unnienya yang tidak jelas terlihat di atas cahaya lilin.

“Aku berharap tidak melakukan kesalahan dance di stage. Itu memalukan sekali. Terlalu banyak bahkan, aku berharap aku bukan dancer juga. Hyoyeon memang sangat lebih baik.”

Hyoyeon mengerucutkan bibirnya, karena ia juga sering melakukan kesalahan dance. Dalam sekejap ia tersenyum lembut, Yuri selalu merendahkan dirinya.

“Aku berharap seorang Hyoyeon unnie mendapatkan sesuatu yang ia inginkan, bukan tenggelam bersama kami. Hyoyeon unnie paling sedikit mendapatkan screen-time, paling sedikit mendapatkan part menyanyi, padahal ia adalah seorang bintang yang tersembunyi di antara 8 member yang lain.”

Hyoyeon meneteskan air matanya mendengar makne SNSD yang sangat dewasa mengatakan semua itu. Padahal Hyoyeon tidak pernah mengatakan apapun ketika ia hanya mendapatkan screen-time yang sedikit atau bahkan ia hampir invisible.

“Hyoyeon unnie tidak pernah mengeluh mengenai itu, karena aku tahu ia percaya pada kita agar bersinar lebih terang. Aku selalu menyadarinya unnie.”

“Aku tidak suka mengeluh, aku memiliki cara tersendiri untuk membuat camera mengarah kepadaku. Aku akan dikenali, tapi dengan cara yang lain. Bukan dengan cara screen-time ataupun part menyanyi. Aku tahu SONE lebih tahu diriku, mereka memiliki cara sendiri memandangku.”

Hyoyeon mengatakan sesuatu yang membuatnya bangga pada fansnya. SONE tahu cara mereka memandang SNSD. Taeyeon meneteskan air mata mendengar kata Dancing Queen SNSD itu, member lain terdengar terisak pelan tanpa suara.

“Seohyun-ah maafkan aku yang telah membuat semua orang berpikir akulah maknae. Seharusnya aku bisa lebih dewasa daripada kau.”

Seohyun tersenyum dan masih menunduk, ia akan merindukan bagaimana mereka semua tertawa. Ia akan merindukan tawa Yoona yang menampakkan semua giginya, ia akan merindukan Taeyeon yang sangat merawat semua member dengan sikap ahjummanya dan tawa ahjummanya, Hyoyeon yang selalu melakukan kegilaan di dorm mereka ia tahu bila mereka tidak bersembilan terasa lebih sepi, Yuri yang akan melakukan kkab dancenya atau melakukan keahliannya meniru dinosaurus, Sooyoung yang berbicara dengan baik bahkan SM sampai melarangnya membuat candaan yang membuat semua orang tertawa, Tiffany yang suaranya akan naik ketika gembira, Jessica yang tidur dimanapun, Sunny yang selalu cerah dan melakukan aegyo.

“Kita adalah selamanya SNSD. Meski 10 tahun telah berlalu.”

Flashback END.

“Aku memiliki sebuah rencana. Bagaimana kalau Sembilan dari kita semua membuat sebuah perusahaan hiburan.”

Taeyeon memulai berbicara setelah dari tadi mereka memutar pikiran mereka. Semua member SNSD menatapnya heran, mereka berpikir bagaimana Taeyeon mendapatkan ide seperti itu ? Tapi Jessica dan Tiffany tersenyum menanggapi ide Taeyeon.

“Taeyeon jjang ! Taeyeon jjang !”

Suara Sooyoung sangat keras membuat semua orang menoleh ke arah 9 perempuan cantik yang sedang duduk di pojok café dengan hanya memesan minuman masing masing satu. Yuri melotot ke arah Sooyoung yang sampai sekarang tidak bisa menjaga volume suaranya. Member yang lain menjawab setuju dengan mata mereka yang berbinar binar. Jadi inilah cara leader SNSD membuat SNSD bersatu kembali dengan cara yang berbeda. Mereka semua di undang di café ini oleh Taeyeon untuk mengatakan hal seperti ini.

***

9 entertainment, sebuah entertainment baru muncul di saat perusahaan perusahaan hiburan yang lain tengah bersaing agar mendapatkan perhatian masyarakat. Menariknya, founder 9 Entertainment adalah mantan anggota SNSD. Mereka akan melakukan pengajaran oleh mereka sendiri. Mereka merekrut aktris, actor, penyanyi, group, dancer, comedian, MC, dsb. Mereka kembali dengan cara yang berbeda.

 

   THE END

Predebut SNSD picture

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

From top to the bottom >

1. Yoona and Yuri

2. Seohyun

3. Yoona

4. Sooyoung

5. Yuri

6. Tiffany

7. Hyoyeon

8. Sunny

9. Jessica

10. Taeyeon

 

Full credit : Soshified.com

MV mr. taxi Unofficial telah ditonton 1, 6 juta orang

diupload tanggal 28 april dan hari ini pada tanggal 1 mei telah ditonton 1,6 juta orang meskipun MV tersebut low quality dan juga unofficial.

daebak SNSD 🙂

HQ SNSD Mr. Taxi 1:06 menit

They released mr. Taxi in 27 April, waiting for that day. But I HAVE A EXAM A NATIONAL EXAM wish me luck.